Menelusuri Jejak Kehidupan

Assalamu Alaikum Warmatullahi Wabarakatuh ...Jejak telah ku tulusuri di dalam kehidupan , langkah demi langkah telah ku lewati , dengan penuh kesabaran untuk melewati jalan hidup ini ...

di luar sana matahari sangat menyengat , mematulkan cahaya yang penuh kegersangan di bumi Seribu pilar dan membakar sekujur tubuh sang musafir , tapi langit di kerjaan fir'aun Adalah musim-musim kemarau Tanpa ujung, Aku rindu hujan , Sampai ranggas air mataku, Keringat dan debu Bermain-main di badan.

Tengah hari ini, kota sejarah cleopatra kembali seakan membara. Matahari berpijar di tengah petala langit. Seumpama lidah api yang menjulur dan menjilat-jilat bumi. Tanah dan pasir menguapkan bau timah neraka.

Angin sahara disertai debu yang bergulung-gulung menambah panas udara semakin tinggi dari detik ke detik.

Panggilan azan zhuhur dari ribuan menara yang bertebaran di Nasr City hanya mampu menggugah dan menggerakkan hati mereka yang benar-benar tebal imannya. Mereka yang memiliki tekad beribadah sesempurna mungkin dalam segala musim dan cuaca, seperti karang yang tegak berdiri dalam deburan ombak, terpaan badai, dan sengatan matahari. Ia tetap teguh berdiri seperti yang dititahkan Tuhan sambil bertasbih tak kenal kesah. Atau, seperti matahari yang telah jutaan tahun membakar tubuhnya untuk memberikan penerangan ke bumi, Ia tidak pernah mengeluh, tidak pernah mengerang sedetik pun menjalankan titah Tuhan.

Awal-awal Agustus memang puncak musim panas di kota Para Nabi ..


Sang Musafir kembali bersimpuh di hadapan Rabb nya , dan memohon petunjuknya dan bimbingan Nya agar ia tak tersesat dalam perjalan panjang di kehidupan dunia yang penuh dengan fatormogana dan iya berdoa wahai Robb yang mebolak-balikan hati kami tetapkanlah hati kami pada Agama Mu agar kami tak tersesat dalam kehidupan yang fana ini .

Sang Musafir kembali menjejakan kaki nya untuk mencari jalan yang di ridhai nya , agar Sang Khaliq selalu menjaga perjalanan panjang di negeri yang gersang ini ...

Di Depan piramid sana matahari dengan sengat nya memantulkan cahaya ke bumi dengan mengeluarkan bayangan fatormogana , hembusan angin gurun yang membawa ketenangan dalam jiwa membawa semangat baru dalam menjejaki langkah ku untuk menuju sungai nil yang penuh dengan ketenangan di dalam hati , ibarat seperti air yang mengalir dari sungai nill ketempat yang curam dengan begitu tenang .


" Ya Allah, bimbinglah kami untuk senantiasa bersyukur, bersabar, dan bekerja keras... "Ingin kubangun istana di tengah padang ilalang, lalu kugubah puisi tentang anak-anak yang khusyu' mengaji, bunga-bunga rumput dan senyummu yang buatku tertawan."

Untuk Saudaraku DI Negeri Para Nabi , Agar engkau Selalu Tetap semangat menjalani amanah mu walaupun panas nya matahari menyegat bermandikan keringat di sekujur tumbuh ..

Di sela-sela tembok kamar , aku selalu mendoakan mu kawan ,,

Syair ...

berjalan di titian kodrat
(apa yang harus kita katakan)
jika berharap Dia menentukan

Ketika Matahari menyengat di ufuk timur membasahi sekujur tubuh sang musafir , aku berkata dalam hati, “Inilah hariku.” Tiada sabar rasanya menunggu ashar tiba. Matahari seperti diganduli malaikat. Hari terasa berat. Waktu sepertinya berjalan begitu lamba


Kerinduan seorang kawan kepada kawan nya di tanah para Nabi ..


Di kamar ini pernah tinggal/ sebuah jiwa yang terus menyala.//Ditemani tawa-tawa palsu/ sambil tangan dan pena/ saling bersiasat untuk menulis apa saja/ di dindingnya;/ dinding tak jadi dicat merah! (Grafiti di Gedung 25 kamar 10 B. Tempat paling setia yang pernah kusinggahi.. Jadi pengen kembali lagi kesana .. @____@ )


Wasallam ...



Andi .Muhammad

Tidak ada komentar:

Posting Komentar